Senin, 11 Januari 2021
72

Sekdaprov Silangen Hadiri Secara Virtual Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021

Manado - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen mengikuti secara virtual Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, di ruang Command Center Kantor Gubernur, Senin (11/01/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI dengan mengusung tema “Memperkuat Peran Sektor Pertanian dalam Menopang Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19”, bertujuan untuk membahas program kerja Kementerian Pertanian tahun 2021.

Rakernas tersebut disiarkan secara langsung dari Istana Kepresidenan Jakarta, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan,Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Juga diikuti secara virtual oleh para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Indonesia, sejumlah pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pertanian serta para Kepala Dinas Pertanian lingkup kabupaten dan kota. Jumlah peserta yang hadir sekitar 1.300 orang secara tatap muka maupun daring.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan agar pembangunan pertanian dilakukan secara serius dan detail.

“Pengelolaan yang berkaitan dengan pangan itu betul-betul harus kita seriusi, pembangunan pertanian harus betul-betul kita seriusi secara detail,” ujarnya.

Dalam kondisi pandemi saat ini, imbuhnya, sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral.
Akibat pembatasan mobilitas warga, Presiden memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan.

Oleh sebab itu, Presiden menggarisbawahi pentingnya pembangunan pada komoditas pertanian yang saat ini masih diimpor.

“Saya ingin menggarisbawahi terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang impor. Kedelai hati-hati, jagung hati-hati, gula hati-hati, ini yang masih (impor) juta-jutaan ton,” tegasnya.

Begitu juga dengan bawah putih dan beras. Namun untuk beras, diungkapkan Presiden, Indonesia sudah hampir dua tahun tidak melakukan impor komoditas ini.
“Sudah hampir dua tahun kita enggak impor beras, ini saya mau lihat betul lapangannya kondisinya seperti apa, apakah konsisten kita lakukan untuk tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Di hadapan peserta Rakernas, Presiden pun meminta agar didesain skema pembangunan pertanian untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Yang tadi saya sampaikan, barang-barang ini harus diselesaikan, urusan bawang putih, urusan gula, urusan jagung, urusan kedelai, dan komoditas yang lain yang masih impor, tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam laporannya menyampaikan, arah pembangunan Kementerian Pertanian adalah meningkatkan produktivitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pangan.

"Setiap provinsi harus ada pangan lokal seperti pisang, sagu, dan sorgun," kata Mentan.

Turut hadir mendampingi Sekdaprov yaitu, Assiten II, Assiten III, dan Kadis Pertanian Prov. Sulut. (Dkips/ik)