Rabu, 13 Januari 2021
61

Presiden Jokowi Jalani Vaksinasi Perdana Covid-19 di Indonesia

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Vaksinasi ini menggunakan CoronaVac, vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech yang telah mendapatkan "Emergency Use Authorization" (EUA) yaitu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM), dan telah mendapatkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Sebelum mendapatkan Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi melalui beberapa Tahapan (Pos), yakni:

Pos Pertama, melakukan pendaftaran melalui Aplikasi "PEDULI LINDUNGI".

Pos Kedua, Screening dan Anamnase, yaitu pemeriksaan kesehatan yg meliputi pengukuran suhu tubuh, tekanan darah dan diajukan beberapa pertanyaan terkait dengan penyakit yang diderita seperti jantung, diabetes, dan ginjal.

Pos Ketiga, pemberian Vaksin oleh Prof. Dr. Abdul Muthalib, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan.
Setelah selesai melaksanakan vaksinasi, Presiden menerima kartu tanda vaksinasi. Hal itu untuk diperlihatkan saat pemberian dosis vaksin kedua yakni 14 hari setelah pemberian dosis pertama.

Kemudian Presiden menuju Pos Keempat untuk menjalani masa observasi selama 30 menit, guna melihat gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Vaksinasi juga dilakukan oleh Ketua PB IDI Daeng M Faqih, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Panglima TNI Hadi Tjanjanto, Kapolri Idham Azis, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiko Adisasmito, serta Kepala Badan POM Penny Lukito.

Vaksin ini diperuntukan bagi masyarakat berusia 18-59tn, hal ini dikarenakan uji klinis vaksin hanya melibatkan relawan berusia 18-59th.

Para vaksinator yaitu: dr. Ardi Adrian, Sp.PD dari RSUD Pasar Minggu; dr. Andi Komeini, Sp.PD dari RSUD Sawah Besar; dan dr. Indri dari Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai Provinsi (PPKP) DKI Jakarta.

Sebelumnya, dalam sambutan Menkes menyampaikan bahwa vaksin ini adalah alat yg bisa dipakai untuk melindungi diri kita. Tetapi yang lebih penting, vaksin ini juga digunakan untuk melindungi keluarga, tetangga kita, rakyat Indonesia dan peradaban umat manusia di seluruh dunia.

"Vaksin ini diberikan untuk mencapai "herd immunity", jadi 70% umat manusia di seluruh dunia harus bisa divaksinasi agar tujuan itu tercapai. Partisipasi dari teman-teman, dari seluruh rakyat Indonesia, akan sangat menentukan keberhasilan program ini," ungkapnya.

"Semoga teman-teman saya, seluruh rakyat Indonesia bisa memulai dan mendukung program vaksinasi ini untuk membangun Indonesia dan dunia yang lebih sehat dan bebas dari pandemi Covid-19," pungkasnya.

Adapun tokoh yang ikut mendapatkan vaksinasi perdana, antara lain: Ketua Umum KADIN, Perwakilan Buruh, Perwakilan Tokoh Agama, Perwakilan Tokoh Masyarakat, Perwakilan kaum Milineal Artis Raffi Ahmad, Perwakilan seluruh profesi yg mewakili masyarakat serta Perwakilan Tenaga Kesehatan. (Dkips/ik)