Senin, 12 April 2021
97

Gubernur dan Wagub Sulut Hadiri Ceramah Menpan-RB Tjahjo Kumolo

Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven OE. Kandouw mengikuti Kegiatan Ceramah dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di ruang Mapalus kantor Gubernur, Senin (12-4-2021).

Dalam rangka Peningkatan Kualitas Kinerja Pemerintahan dan Mewujudkan Sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemda Provinsi, Kabupaten dan Kota di Prov. Sulut, Badan Kepegawaian Daerah Prov. Sulut menggelar kegiatan tersebut yang dihadiri oleh FORKOPIMDA Sulut, Sekretaris Daerah Prov. Sulut, Bupati dan Walikota se-Sulut serta para Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemprov. Sulut.

Mengawali sambutannya, Gubernur Olly Dondokambey atas nama Pemerintah Provinsi Sulut mengucapkan selamat datang kepada Menteri PAN-RB.

"Semoga kehadiran Pak Menteri di Nyiur Melambai ini membawa harapan-harapan yang lebih baik bagi kita," ucap Gubernur.

Gubernur menjelaskan gambaran umum prov. Sulut, sebuah provinsi kepulauan yang berada di perbatasan negara, yang terdiri dari 11 kabupaten dan 4 kota, 171 kecamatan, serta 1.839 desa dan kelurahan, memiliki luas wilayah 13,892,47 Km² dengan jumlah penduduk 2,62 juta jiwa.

Gubernur mengatakan bahwa stabilitas keamanan di daerah ini selalu terjaga, sehingga berbagai program kerja di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan pun mampu diwujudnyatakan dan menuai progres yang signifikan serta membanggakan.

“Selama ini kita berhasil menjaga dan membuat perekonomian daerah di Sulut tumbuh positif, bahkan saat diterjang pandemi tahun 2020 kita berhasil mengurangi angka kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) sehingga program ODSK ini akan tetap kita lanjutkan, dan kita berhasil meningkatkan IPM, dari angka 71,05 di tahun 2016 menjadi 72,93 di tahun 2020,” ujarnya.

Lebih jauh, Gubernur menjelaskan Sulut saat ini berada di tengah-tengah provinsi industri masa depan yang ada di antara Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara dengan program pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan sangat banyak sehingga prov. Sulut menjadi tempat strategis dalam rangka mensuplai kebutuhan-kebutuhan yang ada di 3 provinsi ini salah satunya pelayanan kesehatan. Prov. Sulut mempunyai rumah sakit tapi kita masih kekurangan tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan.

Menpan-RB Tjahjo Kumolo menjelaskan tentang penataan sistem manajemen SDM ASN, yang meliputi perencanaan, prekrutan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja dan penghargaan, pengembangan karir, serta peningkatan kesejahteraan.

Dalam kesempatan ini, Menteri juga menjelaskan tujuan dilakukannya penyederhanaan birokrasi yaitu untuk birokrasi yang lebih dinamis, mewujudkan profesionalitas ASN, fokus pada pekerjaan fungsional, percepatan sistem kerja, dan mendorong efektivitas serta efesiensi kinerja.

Lebih lanjut, Menteri mengatakan tentang ruang lingkup penyederhanaan birokrasi yang meliputi trasformasi organisasi, transformasi sistem kerja, dan transformasi jabatan.

“Tahapan penyederhanaan birokrasi yang pertama penyederhanaan struktur organisasi, perampingan unit organisasi jabatan andministrasi pada instansi pemerintah, yang kedua penyetaraan jabatan pengangkatan pejabat administrasi ke dalam jabatan fungsional melalui penyusuaian atau inpassing pada jabatan fungsional yang setara, yang ketiga penyusuaian sistem kerja perbaikan dan pengembangan mekanisme kerja dan proses bisnis ASN dengan optimalisasi SPBE,” jelasnya.

Selanjutnya Deputi SDM Aparatur Teguh Wijinarko menambahkan tentang kondisi ASN saat ini dan kebutuhan ASN tahun 2021. Status pengusulan 27 instansi tidak usul, 23 kementrian/lembaga, 4 kabupaten kota, ada juga 48 instansi sudah usul namun perlu melengkapi dokumen ada 48 kabupaten/kota dan 546 instansi sudah usul dokumen lengkap, ada 56 lembaga kementrian, 34 pemerintah provinsi, dan 456 pemerintah kabupaten/kota.
Selain itu, Teguh juga menjelaskan rencana penetapan kebutuhan ASN tahun 2021, penetapan persetujuan prinsip sekolah kedinasan tahun 2021 beserta dengan jadwal seleksi sekolah kedinasan tahun 2021 dan tentang rencana pengadaan guru PPPK tahun 2021 untuk kebutuhan formasi, dan tentang jenis formasi khusus CPNS.

Kegiatan ini turut diikuti secara virtual oleh seluruh ASN dan THL lingkup Pemprov. Sulut. (Dkips/ik)