Bukit Doa Pinaling

Sulawesi Utara dijuluki sebagai Yerusalem-nya Indonesia karena banyak wisata religi umat Kristiani dihadirkan di sana. Salah satunya Bukit Doa Pinaling yang berada di Minahasa Selatan.

Bukit Doa Pinaling ini memang unik, sebab tempat beribadah ini dibentuk dengan tumpukan-tumpukan bebatuan yang berwarna-warni dengan air terjun kecil di sela-sela bebatuan membuatnya layak untuk disambangi.Nuansa segar, dan alami menjadikan pikiran semakin terbuka akan karunia Tuhan yang diberikan terhadap alam Indonesia.

Sejarah

Ide destinasi wisata rohani, berawal dari perjumpaan Capt T Walla yang bertugas sebagai atase perhubungan di KBRI Singapura dengan para hamba Tuhan pada 1997 yang berkata bahwa Yerusalem Indonesia ada di Sulut, membuat pria yang akrab disapa Walla itu membangun Bukit Doa di Desa Pinaling Amurang. Namun saat itu belum ditentukan lokasinya,” ujar Walla.

Tahun 2002 Pdt Sukanto dari Pinaling mengajaknya KKR di Desa Pinaling. Habis ibadah dia diajak ke lokasi ini (bukit doa). Di sebuah pondok, beliau minta didoakan. Selesai didoakan dia melihat bayangan putih di dekat pohon kelapa. Kemudian saat ingin pulang dia mendengar ada bunyi air jatuh. Malamnya waktu tidur dia mendapat petunjuk yang berkata, “di mana bunyi suara air jatuh disitulah harus dibuat Yerusalem Indonesia Sulut,".

Hal tersebut membuat pria yang berusia 74 tahun ini cukup kebingungan. Bahkan ia semakin bingung ketika para hamba Tuhan mengatakan bahwa dirinya tidak akan pensiun. Benar saja, meskipun seharusnya dia pensiun pada 1998, dia kembali dilantik dan dipercayakan sebagai Sekretaris Direktorat Jendral Perhubungan Laut (Sesditjen Hubla) pada tahun itu.

Dimulai pada 26 April 2003, Bukit Doa dibangun dengan konsep wisata rohani. Ada rangkaian "Jalan Salib" yang menggambarkan perjalanan penderitaan Kristus dari Yerusalem menuju Bukit Golgota, dengan patung-patung yang menyerupai. Beberapa patung memiliki papan yang menjelaskan tentang peristiwa kesengsaraan. Salib kayu berada di posisi paling tinggi, dengan patung Bunda Maria yang memeluk tubuh Tuhan Yesus di bagian bawah.

Susunan batu-batu yang tidak beraturan namun terkonsep natural membuat Anda tidak akan pernah bosan memandang pemandangan bukit doa ini. Tak hanya patung-patung, batu-batu yang disusun sedemikian rupa dengan warna yang lebih dari satu ini membuat mata lebih segar. Suara gemericik air dari beberapa air terjun yang mengalir, serta sungai yang terletak di bagian paling bawah membuat batin semakin tenang. Belum lagi bunga-bunga yang mempercantik suasana.

"Awal dibangun tempat ini dari lokasi batu besar yang ada air terjun tersebut dan di sebelah kiri batu dibuat bukit golgota tempat Yesus disalib. Sedangkan sebelah kanannya bukit zaitun tempat Ia naik ke sorga. Menurut Walla, Tempat tersebut membuat banyak orang mengingat akan pengorbanan Yesus. Bukit doa ini adalah cerminan dari pertobatan dan keikhlasan," katanya.

Objek Wisata

Sesuai namanya bukit doa, di tempat yang berjarak sekitar lima kilometer dari Jalan Trans Sulawesi ini sering di gunakan untuk tujuan wisata religi, karena memiliki beberapa fasilitas, diantaranya gereja, tempat penginapan, aula atau tempat ibadah, dan tempat-tempat lain yang cukup luas bagi yang ingin mengadakan kebaktian ataupun hanya sekedar untuk tujuan wisata saja yang tersebar di area tersebut.

Wisata religi di wilayah ini tak kalah menariknya dengan Vatikan dan Israel, sebab masih menghadirkan suasana pedesaan yang benar-benar bersahabat dengan alam, anda akan takjub dengan keindahan bangunan, serta alamnya seperti taman di tengah hutan, dengan beberapa sumber mata air /air terjun alam yang dikelilingi bebatuan besar. Selain bisa menikmati keindahan alamnya, anda juga menambah pengetahuan keimanan, khususnya untuk umat kristiani.

Anda akan diajak untuk mengingat kembali perjalanan Tuhan Yesus mulai dari lahir, hidup, menderita hingga harus mati di kayu salib, hingga kebangkitannya, bahkan sampai pada kenaikannya ke surga, melalui patung-patung dan relief perjalanan viadolorosa. Ada juga patung bunda Maria dan patung Yohanes pembaptis.

Lokasi wisata ini juga sering dijadikan tempat untuk mengenang proses perjalanan Salib. Pengunjung akan melewati 14 titik perhentian, sebelum tiba di perhentian terakhir yakni kebangkitan Yesus. Pengunjung dapat menikmati paskah dengan beragam acara seperti berdoa di Bukit Doa Pinaling dengan suasana yang teduh dan khusyuk mampu menambah arti mendalam perayaan Paskah.

Selain itu, pada patung-patung tersebut, tertera juga ayat Alkitab juga doa supaya pengunjung bisa mengerti, ketika mereka datang ke tempat ini.

Bagi anda yang ingin mengambil waktu untuk berdoa atau bahkan beribadah, pengelola juga sudah menyiapkan tempat khusus sebagai ruangan doa, juga sebuah gedung gereja.

Ada juga, aliran air mini yang berujung pada tumpukan batu alam asli membentuk air terjun mini, menambah keindahan bukit doa tersebut. Selain itu, ada juga beberapa patung yang diletakkan menambah semarak.

Jika anda kelelahan, dan butuh beristirahat, sudah tersedia beberapa gazebo, yang siap untuk menaungi anda dari sinar matahari pada siang hari.

Jangan khawatir, bagi anda warga non Kristiani, yang ingin berkunjung dipersilakan, karena terbuka untuk umum

Jika anda datang rombongan, dan ingin menggunakan fasilitas, tidak perlu ribet, karena pengelola mempersilahkan untuk menggunakannya yang penting tidak mengganggu orang lain. Nah jika anda ingin berkunjung, baik sendirian, bersama pasangan, atau bahkan dengan keluarga, jangan lupa untuk membawa makanan ringan ataupun air, karena belum tersedianya fasilitas tempat untuk menjual makanan.

Lokasi

Bukit Doa Pinaling berada di kecamatan Amurang, sekitar 8 kilometer dari Kota Amurang, Lokasi wisata ini berjarak sekitar 70 Km arah Selatan Kota Manado. Disebut Bukit Doa Pinaling karena desa terdekat di lokasi ini adalah Desa Pinaling yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer. Tidaklah cukup jauh untuk dikunjungi, karena anda bisa menggunakan kendaraan sepeda motor ataupun mobil untuk sampai ke tujuan, sebab jalannya sudah cukup bagus. Dalam perjalanan saja, anda sudah bisa menikmati indahnya alam, dengan pohon kelapa diperkebunan yang berjejer indah dengan udara yang masih sangat segar.

Akses

Perjalanan dengan kendaraan roda empat, bisa ditempuh sekitar 1,5 jam dari Kota Manado ke Desa Pinaling dan setelah itu pengunjung akan melewati beberapa tanjakan dan turunan untuk tiba di lokasi Bukit Doa Pinaling. Akses jalan sudah termasuk bagus, namun struktur jalan tidak terlalu mulus.

Biaya

Biayanya masuk tidak terlalu mahal. "Biaya masuk mobil hanya Rp. 10 ribu, Motor Rp. 5rb, dan Per orang Rp. 3 ribu. Jika ingin sewa kamar Rp. 500 ribu. Sedangkan kalau pakai rumah Rp1,5 juta di luar bensin," jelas tiga pekerja Capt T Walla, Novi Runtuwarow, Nontje Lumoindong dan Antji Tiolung.