...

  Home
  Dasar hukum
  Visi & misi
  Tujuan
  Sasaran
  Strategi
  Tupoksi
  Kewenangan
  Program kegiatan
  Biodata
  Struktur organisasi
  Alamat
  sulut.go.id

 

 

 

 

 

 

 

 


Program, kegiatan dan realisasi Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara
sampai  dengan tahun 2009 :
Program
Kegiatan
Realisasi
1. Program pembinaan usaha pertambangan mineral, panas bumi dan air tanah. 1. Pembinaan masyarakat di daerah yang memiliki kandungan mineral yang berpotensi bagi pertambangan. - Pembinaan masyarakat di lokasi Peti (Talawaan, Tambun, Ratatotok, Tanoyan)
2. Pengendalian dan penertiban pertambangan rakyat yang berpotensi merusak dan mencemari lingkungan. - Pemantauan kualitas air sungai pada daerah pertambangan rakyat
- Memberikan informasi tentang kualitas lingkungan di sekitar penambangan rakyat
- Melakukan sosialisasi dampak pertambangan emas pada masyarakat di sekitar areal pertambangan
3. Pengawasan produksi, pemasaran dan pengelolaan pertambangan mineral, panas bumi dan air tanah. - Pengawasan pengelolaan pertambangan emas PT. Newmont Minahasa Raya, PT. Avoset, PT. MSM, PT. TTN, PT. Mongondow Mandiri, PT. Pertamina Geothermal Lahendong.
4. Pengawasan program pengembangan masyarakat di wilayah pertambangan. - Pengawasan pengembangan masyarakat di sekitar PT. Avoset, PT. NMR, PT. Pertamina Geothermal Lahendong
5. Pemulihan lingkungan pasca tambang. - Pembinaan dan pengawasan pasca tambang PT. Newmont Minahasa Raya
2. Program konservasi sumberdaya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan. 1. Pelestarian dan pemulihan ekosistem alami dan biota yang ada didalamnya. - Pembuatan Ranperda Pengelolaan DAS Tondano
- Penanaman pada area DAS Tondano berkaitan dengan pemulihan kerusakan lingkungan
2. Pengembangan koordinasi kemitraan bagi pengelolaan daerah aliran sungai dan unit ekosistem lainnya. - Pembinaan Forum DAS Tondano
- Pembinaan LSM pelestari DAS Tondano, DAS Poigar
3. Pengendalian konsentrasi gas rumah kaca dan gas perusak ozon - Sosialisasi Perlindungan Lapisan Ozon
- Inventarisasi usaha/kegiatan yang masih menggunakan Bahan Perusak Ozon (BPO)
- Pelatihan Servicer bengkel refrigerant (AC Mobil, ruangan)
- Bimtek Sertifikasi bengkel service refrigerant
- Pengadaan alat pengujian 3 R
- Pengadaan alat identifier pengujian kadar BPO pada AC mobil.
(sulut mendapatkan penghargaan program perlindungan lapisan ozon – ozon award oleh Kementerian Negara LH)
3. Program pengembangan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. 1. Pengembangan sistem insentif dan disinsentif untuk menunjang program inisiatif masyarakat bagi perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati - Pembinaan masyarakat pelestari lingkungan melalui pemberian penghargaan melalui : kalpataru,  Menuju Indonesia Hijau (MIH)
2. Peningkatan pendidikan lingkungan hidup baik secara formal maupun informal. -. peningkatan peranserta masyarakat melalui anak usia dini (sekolah) dengan program Adiwiyata, sampai saat ini sudah 2 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata, dan 1 sekolah calon sekolah Adiwiyata
3. Pembangunan kawasan hunian, ekonomi dan industri yang berorientasi pada kesehatan lingkungan - Pembinaan dan pengawasan terhadap kawasan permukiman, melalui program Adipura, proper dan produksi bersih, pada :
- Industri perikanan di     Kota Bitung
- Industri minyak kelapa
- Industri kesehatan        (Rumah Sakit)
- Industri perhotelan, dll
4. Pelestarian sumberdaya alam sebagai kekayaan alam asli Sulawesi yang memiliki nilai global - Pengelolaan kawasan taman nasional bunaken, melalui kebersihan pantai, penanam mangrove, pembinaan masyarakat, pemantauan kualitas lingkungan pesisir dan laut di Teluk Manado dan Taman Nasional Bunaken
5. Pengembangan sistem keamanan dan pengawasan melalui peraturan hukum dan peraturan adat. - Pembentukan Pos Pengaduan Sengketa Lingkungan Hidup, yang sekretariatnya berada di BLH Sulut
4. Program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 1. Pembangunan pusat data sumberdaya alam dan identifikasi daya dukung ekosistem    
2. Penyebaran dan peningkatan akses informasi kepada masyarakat - Kampanye lingkungan melalui media massa (cetak dan elektronik)
- Penyebarluasan informasi melalui leaflet, brosur, pameran, dll
3. Pengembangan sistem informasi dini dan mitigasi bencana dan kekeringan - Pembuatan peta rawan bencana (kebakaran hutan, kekeringan, longsor dan banjir)
4. Penyusunan dokumen Status Lingkungan Hidup sebagai alat pendukung penyusunan kebijakan publik - Pembuatan Status Lingkungan Hidup Daerah setiap tahun
5. Pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum lokal    
6. Peningkatan penataan pengelolaan lingkungan hidup dan kelestarian alam - Mewajibkan Setiap rencana usaha/kegiatan untuk dilengkapi dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL)
5. Program pembinaan dan pengolahan usaha pertambangan sumberdaya mineral. 1. Pemantauan kualitas air laut, air permukaan, air tanah dan udara terutama di perkotaan dan daerah pusat pengembangan lainnya - Pengawasan pelaksanaan AMDAL, UKL/UPL pada perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan AMDAL dan rekomendasi UKL/UPL baik yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota
2. Pengendalian bahan-bahan pencemar yang mengganggu kesehatan lingkungan - Dilakukan pemantauan kualitas air laut di Teluk Manado, Teluk Buyat, Teluk Amurang, Teluk Lembe
- Pemantauan kualitas air permukaan (sungai) : sungai Sungai Tondano, Sungai Talawaan, sungai  Lilang, sungai Ongkag Mongondow, sungai Sangkup, Danau Mooat, Danau Tondano.
- Pemantauan kualitas udara ambien di Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu (kawasan pemukiman, kawasan industri, kawasan transportasi dan kawasan pusat kota)
- Pemantauan kualitas emisi gas buang kendaraan bermotor di Kota Manado, dan Kota Bitung
- Pengawasan terhadap kegiatan yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti antara lain pada : PLTD, PLTA, PLTM, Rumah sakit, kegiatan pertambangan emas, dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan secara periodik setiap 6 bulan sekali.
3. Peningkatan kualitas laboratorium lingkungan - Pembinaan laboratorium yang dapat menguji kualitas lingkungan hidup, saat ini di Provinsi Sulut terdapat 1 laboratorium lingkungan yang memiliki akreditasi, 1 laboratorium sudah pada uji profisiensi, lainnya belum memenuhi syarat
4. Penyelesaian kasus pencemaran dan perusakan lingkungan secara hukum - Penyelesaian  kasus lingkungan yang dilakukan penyelesaian secara hukum yaitu PT. NMR, yang lainnya hanya sampai pada tahap pembinaan.
5. Pelaksanaan kampanye penghematan penggunaan energi dan pengembangan sumber bahan bakar terbarukan.    
6. Pengembangan sistem insentif dan disinsentif bagi pengelolaan lingkungan dari kegiatan yang berpotensi mencemari lingkungan. - Pemberian penghargaan bagi kinerja perusahaan yang melakukan pengelolaan limbah (lingkungan). Sulut baru 1(satu) perusahaan yaitu : PT. Pertamina Geothermal Lahendong, dengan kategori PROPER HIJAU. Dan saat ini yang diusulkan untuk menerima penghargaan proper ada 8 perusahaan dan sedang dalam pengkajian oleh pemerintah pusat.
7. Pengembangan dan penerapan instrumen pengelolaan lingkungan hidup seperti kajian dampak lingkungan dan ketelitian penerbitan ijin. - Pembentukan Komisi Penilai AMDAL Provinsi
- Pembinaan Komisi Penilai AMDAL kab/kota se Provinsi Sulut untuk mendapatkan Lisensi Komisi Penilai AMDAL
- Pembinaan Konsultan AMDAl dalam peningkatan kapasitas melalui serrtifikasi
- Memasukkan aspek lingkungan dalam klosul perizinan yang dikeluarkan oleh instansi pemberi izin.
6. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. 1. Melakukan pembinaan terhdap pertambangan rakyat di wilayah yang telah ditetapkan - Dilaksanakan di PT. NMR, PT. Avoset, PT. Pertamina Geothermal Lahendong, PLTD Lopana.
2. Mengkoordinasikan pelaksanaan community development kegiatan pertambangan mineral - Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap usaha pertambangan emas PT. NMR, PT. Avoset. PT. Mongondow Mandiri, Koperasi Perintis Bolmong.
3. Melakukan pembinaaan dan pengawasan usaha pertambangan baik pada kontrak karya, kuasa pertambangan dan WPR - Penertiban PETI di Talawaan (tidak berhasil)
- Evaluasi dampak PETI di Sungai Talawaan, Tobongon, Sungai Ongkag Mongondow melalui pemantauan kualitas air sungai
4. Melakukan pengawasan produksi, pemasaran, pengolahan mineral, panas bumi dan air tanah    
5. Melakukan evaluasi, pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi mencemari lingkungan khususnya penggunaan bahan merkuri dan sianida dalam usaha pertambangan emas rakyat termasuk pertambangan tanpa ijin (PETI) dan bahan kimia tertentu sebagai bahan pembantu pada industri kecil - Pengawasan terhadap pelaksanaan Amdal oleh kegiatan yang telah dilengkapi AMDAL di sektor pertambangan, yaitu pada :
- PT. NMR
- PT. Avoset
- PT. MM
- PT. PGE
6. Melaksanakan sosialisasi kebijakan dan regulasi bidang pertambangan.    
7. Melakukan penelitian dan pengembangan bahan galian    
7. Pogram Rehabilitasi dan pemulihan cadangan SDA 1. Bersama dengan instansi terkait baik pusat maupun daerah melakukan pengembangan, penyelidikan dan pemetaan    
2. melakukan pengembangan dan pengawasan bidang geologi, tata lingkungan dan air tanah serta gunung berapi yang meliputi :
- penyediaan air bersih di daerah sulit air
- pembuatan peta sonasi konservasi air tanah
- pemantauan kondisi dan lingkungan air tanah
- penyediaan sumur resapan air
- sosialisasi dan penyebaran informasi
- penyusunan sistim informasi gunung berapi dan bencana geologi

   
8. Program pengembangan kapasitas  SDA dan LH 1. Inventarisasi dan pemetaan lahan kritis akibat kegiatan pertambangan    
2. Rehabilitasi areal bebas pertambangan terbuka    
3. Melaksanakan reklamasi bebas kegiatan pertambangan    
4. Melaksanakan pembinaan usaha pertambangan dalam rangka rehabilitasi dan reklamasi lahan bebas kegiatan pertambangan    
           

 


Copyright © 2010
UPTD Pengembangan Sistem Informasi dan Telematika
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Utara
Jalan 17 Agustus nomor 69; Telepon (0431) 865559 ext. 176
E-mail : dishubkominfo@sulut.go.id