Kominfo Nyatakan Blokir Layanan Telegram

  •   15 Juli 2017
  •   12

Pemerintah melalui Kementerian Komunimasi dan Informatika memblokir aplikasi pengirim Telegram. Alasannya adalah karena aplikasi itu sering digunakan oleh anggota grup radikalisme dan teroris untuk berkomunikasi.


"Aplikasi Telegram dipakai oleh teroris jaringan radikalisme untuk berkomunikasi," ujar Noor Iza kepada Metrotvnews.com. Dia menjelaskan, tingkat penggunaan Telegram oleh grup radikal dan teroris dirasa cukup intens. Karena itu, Kominfo memutuskan utk memblokir aplikasi pengirim pesan tersebut .

Noor menjelaskan, pemblokiran telah dilakukan mulai hari ini, sebelum pukul 11.00 WIB, Jumat (14/7/2017). Lebih lanjut dia mengatakan, ke depan, tidak tertutup kemungkinan Kominfo akan memblokir aplikasi lain jika ditemukan adanya indikasi digunakan oleh grup teroris atau radikal. 


Menurut pantauan Metrotvnews.com, aplikasi Android Telegram masih bisa digunakan, walau versi perambannya sudah tidak bisa diakses. 


Saat ditemui dalam acara NextDev, Direktur Telkomsel Ririek mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan surat dari Kominfo untuk melakukan pemblokiran situs Telegram. 


"Kita akan mengikuti apapun yang diinstruksikan oleh Kominfo." kata Ririek. Dia menjelaskan, secara teoritis, pemblokiran Telegram atau aplikasi/situs tertentu akan berdampak pada transaksi konsumen. Namun, Ririek merasa, dampak negatif yg muncul jika aplikasi yang digunakan oleh grup teroris dan radikal dibiarkan akan lebih berbahaya. 


"Kami sendiri juga mempromosikan internet baik. Internet baik itu berfungsi mengontrol konten negatif," ujarnya. 


Sementara itu, Ayu, GM Corcomm XL mengatakan bahwa XL belum mendapatkan surat perintah utk memblokir Telegram. "Sampai saat ini kami belum menerima surat permintaan untuk blokir. Namun jika surat tsb telah diterima, maka kami akan memprosesnya sesuai arahan pemerintah," kata Ayu. 


Kami sudah menghubungi pihak Indosat Ooredoo, Hutchinson Tri dan Smartfren. Namun, hingga berita ini diunggah, kami belum mendapatkan jawaban terkait pemblokiran Telegram.


Pada akhir November lalu, Telegram memang sempat memblokir 78 kanal komunikasi yang diduga digunakan oleh kelompok ISIS untuk menyebarkan propaganda dan sebagai alat komunikasi


Or use your account on Blog

Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Or register your new account on Blog

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close